Pendidikan di Era Krisis Iklim: dari Climate Literacy Menuju Climate Action
DOI:
https://doi.org/10.63821/ash.v3i2.662Kata Kunci:
Pendidikan Iklim, Literasi Iklim, Aksi Iklim, Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan, Meta-SintesisAbstrak
Krisis iklim menghadirkan tantangan pendidikan yang tidak cukup dijawab melalui penambahan informasi tentang pemanasan global ke dalam materi pelajaran. Peserta didik perlu memahami dasar ilmiah perubahan iklim, mengenali dampaknya dalam konteks kehidupan, menilai informasi secara kritis, serta memiliki ruang untuk terlibat dalam tindakan kolektif. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana literatur pendidikan menggambarkan pergeseran dari climate literacy menuju climate action dan mengidentifikasi kondisi pembelajaran yang mendukung pergeseran tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui sintesis tematik terhadap sepuluh sumber terpilih yang mencakup panduan kebijakan, laporan, dan publikasi ilmiah tentang pendidikan iklim. Analisis menghasilkan tiga tema: literasi iklim sebagai fondasi pemahaman dan penalaran; pembelajaran kontekstual dan partisipatif sebagai jembatan menuju tindakan; serta dukungan kelembagaan, kompetensi guru, dan kemitraan komunitas sebagai prasyarat keberlanjutan. Sintesis menunjukkan bahwa pengetahuan iklim penting, tetapi tidak otomatis menghasilkan tindakan. Pembelajaran perlu menghubungkan bukti ilmiah dengan pengalaman lokal, memberi kesempatan kepada peserta didik merancang solusi, dan menempatkan sekolah sebagai lingkungan yang mempraktikkan keberlanjutan. Artikel ini merekomendasikan integrasi pendidikan iklim lintas mata pelajaran, penguatan kapasitas guru, serta asesmen yang memperhatikan penalaran dan partisipasi, bukan hanya hafalan istilah.
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






