Pengunaan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) dalam Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Materi Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Hindu-Buddha
Kata Kunci:
Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Mata Pelajaran Sejarah, Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And CompositionAbstrak
Melalui Pengunaan model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Dapat Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS 2 Materi Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha. Pelajaran Sejarah Pada SMA Negeri 1 Woyla Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Apakah pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sejarah pada kompetensi dasar materi pengaruh perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Buddha terhadap masyarakat di berbagai daerah di Indonesia pada siswa kelas XI IPS-2 SMA Negeri 1 Woyla tahun ajaran 2020/2021? Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS-2 SMA Negeri 1 Woyla tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 18 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis diskriptif komparatif dengan membandingkan kondisi awal dengan hasil-hasil yang dicapai pada setiap siklus, dan analisis deskriptif kualitatif hasil observasidengan membandingkan hasil observasi dan refleksi pada siklus I dan siklus II. Dengan penerapan pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada kompetensi dasar pengaruh perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Buddha terhadap masyarakat di berbagai daerah di Indonesia pada siswa kelas XI IPS-2 SMA Negeri 1 Woyla tahun ajaran 2020/2021. Peningkatan nilai rata- rata yaitu 40,35 pada kondisi awal menjadi 60,67 pada siklus I dan menjadi 70,86 pada siklus II. Nilai rata-rata siklus I meningkat 42,29% dari kondisi awal, nilai rata-rata siklus II meningkat 14,84% dari siklus I. Sedangkan ketuntasan belajar pada siklus I ada peningkatan sebesar 57,89% dari kondisi awal, pada siklus II ketuntasan belajar 88,89% dari siklus I. Peningkatan nilai rata-rata kelas secara keseluruhan sebesar 58,59%.
Referensi
Ali, M. (1996). Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Arikunto, S. (2001). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Azhar, L, M. (1993). Proses Belajar mengajar Pendidikan. Jakarta: Usaha Nasional.
Djamarah, S, B. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Hamalik, O. (2002). Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Margono. (1997). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineksa Cipta.
Nur, M. (2001). Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya: University Press. Universitas Negeri Surabaya.
Sardiman, A.M. (1996). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Soekamto, T. (1997). Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI, Universitas Terbuka.
Suryosubroto, B. (1997). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.
Usman, M. U. (2001). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.











