Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Pembelajaran Metakognitif dengan Metode Konvensional pada Pokok Bahasan Bilangan Bulat di Kelas VII SMP
Kata Kunci:
Hasil Belajar, Pembelajaran Metakognitif, Metode Konvensional, Pokok Bahasan StatistikaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran metakognitif lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada pokok bahasan statistika di kelas XI SMAN 1 simpang kanan. 2. Mengetahui kesulitan siswa ketika mempelajari ukuran pemusatan data statistika dengan menggunakan pembelajaran metakognitif. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan disain kelompok kontrol postes. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI SMAN 1 simpang kanan tahun Pelajaran 2012/2013 yang banyaknya 4 kelas dan banyak siswa 160 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI-ipa 1 sebagai kelas eksperimen 1 yang diajar dengan pembelajaran metakognitif, dan kelas XI-ips 2 sebagai kelas eksperimen 2 yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes, wawancara dan observasi. Tes yang diberikan merupakan postes dalam bentuk uraian sebanyak lima soal. Sebelum tes diberikan kepada siswa (sampel), terlebih dahulu tes divalidkan oleh validator. Sebelum pengujian hipotesis, terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas data. Dari hasil pengujian, diperoleh bahwa sampel berdistribusi normal dan homogen. Setelah diberikan perlakuan, hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen 1 yang diajar dengan pembelajaran metakognitif memiliki rata-rata postes 78,75 dengan standar deviasi 13,81, sedangkan pada kelas eksperimen 2 yang diajar dengan pembelajaran konvensional memilki rata-rata postes 64,75 dengan standar deviasi 13,06. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan α = 0,05 dan dk = 78 diperoleh thitung = 4,659 dan ttabel = 1,657. Dari hasil perhitungan, diperoleh harga thitung > ttabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran metakognitif lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada pokok bahasan statistika di kelas XI SMAN simpang kanan Tahun Pelajaran 2011/2012
Referensi
Abdurrahman, M. (2003). Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Ad, R. (2000). Mengajar Dengan Sukses. Jakarta: Grasindo
Azhari, H, A. (1995). Psikologi Pendidikan. Semarang: Dina Utama..
Buchari, M. (2001). Pendidikan Antipasitoris. Yogyakarta: Kanisius.
Isjoni, F. L. (2007). Pembelajaran Terkini Perpaduan Indonesia-Melayu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kistian, A., Fahreza, F., & Mulyadi, M. (2020). Perbedaan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Ekspositori Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Di Kelas IV SDN Peunaga Cut Ujong. Jurnal Tunas Bangsa, 7(1), 50–59.
Lubis, P, S. (2008). Perbedaan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa yang Diajar dengan Pendekatan Metakognitif dan Ekspositori Pada Pokok Bahasan Prisma Tegak dan Limas di Kelas IX MTS Negeri 2 Medan, FMIPA UNIMED, Medan.
Nita, D. (2013). Belajar Menyenangkan
Suparman. (2012). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka. Cipta.











